NPM : 12517423
Kelas : IPA 11
Ilmu alamiah dasar atau sering
disebut ilmu pengetahuan alam (natural science) merupakan ilmu pengetahuan yang
menjelaskan tentang gejala-gejala dalam alam semesta, termasuk di muka bumi
ini, sehingga terbentuk konsep dan prinsip. Ilmu alamiah dasar hanya mengkaji
konsep-konsep dan prinsip-prinsip dasar yang esensial saja dan ilmu yang hanya
berbicara tentang bagaimna metode-metode ilmu kealaman dalam menjelaskan
gejala-gejala alam lebih secara filosofi. Ilmu alamiah dasar merumuskan
pemikiran yang selalu di landasi oleh realisme, karena ilmu sains ini berbicara
tentang metode-metode alamiah dan gejala-gejala alamiah sehingga tidak dapat
lepas dari realitas objek-objek materi yang dapat dilihat oleh indra
Mitos adalah cerita prosa rakyat
yang ditokohi oleh para dewa atau makhluk setengah dewa yang terjadi di
dunia lain (kahyangan) pada masa lampau dan dianggap benar-benar
terjadi oleh yang empunya cerita atau penganutnya.
Ini adalah beberapa contoh Mitos
yang ada di Indonesia.
1. Cerita
terjadinya mado-mado atau marga di Nias (Sumatra Utara)
2. Cerita
barong di Bali
3. Cerita pemindahan Gunung Suci
Mahameru di India oleh para dewa ke Gunung Semeru yang dianggap suci oleh orang
Jawa dan Bali.
4. Cerita
Nyai Roro Kidul (Ratu Laut Selatan)
5. Cerita
Joko Tarub
6. Cerita
Dewi Nawangwulan
v Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera yang
menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian.
v Contohnya: Masyarakat Indonesia
konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus)
dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya
hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status social.
v Cara Memperoleh Pengetahuan
v Dari berbagai macam cara yang
telah digunakan untuk memperoleh kebenaran pengetahuan sepanjang sejarah dapat
dikelompokan menjadi dua, yakni :
v a. Cara Memperoleh Kebenaran
Nonilmiah
v 1) Cara Coba Salah (Trial and Error)
v Cara memperoleh kebenaran non ilmiah, yang pernah digunakan oleh manusia
dalam memperoleh pengetahuan adalah melalui cara coba coba atau dengan kata
yang lebih dikenal “trial and error”. Metode ini telah digunakan oleh orang
dalam waktu yang cukup lama untuk memecahkan berbagai masalah. Bahkan sampai
sekarang pun metode ini masih sering digunakan, terutama oleh mereka yang belum
atau tidak mengetahui suatu cara tertentu dalam memecahkan suatu masalah yang
dihadapi. Metode ini telah banyak jasanya, terutama dalam meletakan dasar-dasar
mennemukan teoriteori dalam berbagai cabang iilmu pengetahuan.
v 2) Secara Kebetulan
v Penemuan kebenaran secara kebetulan terjadi karena tidak disengaja oleh
orang yang bersangkutan. Salah satu contoh adalah penemuan enzim urease oleh
Summers pada tahun 1926.
v 3) Cara Kekuasaan atau Otoritas
v Dalam kehidupan manusia sehari-hari, banyak sekali kebiasaankebiasaan
dan tradisi-tradisi yang dilakukan oleh orang, tanpa melalui penalaran apakah
yang dilakukan tersebut baik atau tidak kebiasaan seperti ini tidak hanya
terjadi pada masyarakat tradisional saja, melainkan juga terjadi pada masyarakat
modern. Para pemegang otoritas, baik pemimpin pemerintah, tokoh agama, maupun
ahli ilmu pengetahuan pada prinsipnya mempunyai mekanisme yang sama di dalam
penemuan pengetahuan.
v 4) Berdasarkan Pengalaman Pribadi
v Pengalaman adalah guru yang baik, demikian bunyi pepatah. Pepatah ini
mengandung maksud bahwa pengalaman itu merupakan sumber pengetahuan, atau
pengalaman itu merupakan suatu cara untuk memperoleh kebenaran pengetahuan.
Oleh karena itu pengalaman pribadi pun dapat digunakan sebagai upaya memperoleh
pengetahuan. Hal ini dilakukan dengan cara mengulang kembali pengalaman yang
diperoleh dalam memecahkan permasalahan yang dihadapi pada masa yang lalu.
v 5) Cara Akal Sehat
v Akal sehat atau common sense kadang-kadang dapat menemukan teori atau
kebenaran. Sebelum ilmu pendidikan ini berkembang, para orang tua zaman dahulu
agar anaknya mau menuruti nasihat orang tuanya,atau agar anak disiplin
menggunakan cara hukuman fisik bila anaknya berbuat salah, misalnya dijewer
telinganya atau dicubit. Ternyata cara menghukum anak ini sampai sekarang
berkembang menjadi teori atau kebenaran, bahwa hukuman adalah merupakan metode
(meskipun bukan yang paling baik) bagi pendidikan anak. Pemberian hadiah dan
hukuman (reward and punishment) merupakan cara yang masih dianut oleh banyak
orang untuk mendisiplinkan anak dalam konteks pendidikan.
v 6) Kebenaran Melalui Wahyu
v Ajaran dan dogma agama adalah suatu kebenaran yang diwahyukan dari Tuhan
melalui para Nabi. Kebenaran ini harus diterima dan diyakini oleh
pengikut-pengikut agama yang bersangkutan, terlepas dari apakah kebenaran
tersebut rasional atau tidak.
v 7) Kebenaran secara Intuitif
v Kebenaran secara intuitif
diperoleh manusia cepat sekali melalui proses diluar kesadaran dan tanpa
melalui proses penalaran atau berpikir. Kebenaran yang diperoleh melalui
intuitif sukar dipercaya karena kebenaran ini tidak menggunakan cara-cara yang
rasional dan yang sisitematis. Kebenaran ini diperoleh seseorang hanya
berdasarkan intuisi atau suara hati atau bisikan hati saja.
v 8) Melalui Jalan Pikiran
v Sejalan dengan perkembangan kebudayaan umat manusia, cara berfikir
manusia pun ikut berkembang. Dari sini manusia telah mampu menggunakan
penalarannya dalam memperoleh pengetahuannya. Dengan kata lain, dalam
memperoleh kebenaran pengetahuan manusia telah menggunakan jalan pikirannya,
baik melalui induksi maupun deduksi.
v 9) Induksi
v Induksi adalah proses penarikan
kesimpulan yang dimulai dari pernyataan-pernyataan khusus ke pertanyaan yang
bersifat umum. Proses berpikir induksi berasal dari hasil pengamatan indra atau
halhal yang nyata, maka dapat dikatakan bahwa induksi beranjak dari hal-hal
yang konkret kepada hal-hal yang abstrak.
v 10) Deduksi
v Deduksi adalah pembuatan kesimpulan dari pernyataanpernyataan umum yang
ke khusus. Aristoteles (384-322SM) mengembangkan cara berpikir deduksi ini ke
dalam suatu cara yang disebut “silogisme”. Silogisme merupakan suatu bentuk
deduksi berlaku bahwa sesuatu yang dianggap benar secara umumpada kelas
tertentu, berlaku juga kebenarannya pada semua peristiwa yang terjadi pada
setiap yang termasuk dalam kelas itu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar